Powered By Blogger

Minggu, 23 Maret 2014

Cukup AKU dan KAMU tanpa KITA

   Setiap abjad tersusun dalam kata, terangkai menjadi kalimat.
Dan entah mengapa sosokmu selalu berada disana?
Berdiam dalam tulisan yang sebenarnya enggan lagi kubaca 
Kekosongan dan kehampaan sudah berganti-ganti sejak tadi  

  Namun...
Aku tetap menunduk,
Tentu saja kamu tak merasakan apa yang aku rasakan 
Juga tak memiliki rindu yang kusimpan rapat
  
Aku sengaja menyumbunyikan itu 
agar kita tak saling mengganggu
Bukankah dengan berjauhan seperti ini
Semuanya terasa lebih berarti ?

Seakan-akan ku tak pernah peduli
Seakan-akan aku tak mau tahu
Dan seakan-akan pula aku tak memiliki rasa perhatian 

Bagiku sudah cukup seperti ini 
Cukup AKU dan KAMU 
tanpa KITA

Kamu pasti tak suka jka kuceritakan tentang air mata
Jadi, bagaimana jika kualihkan air mata menjadi senyum pura-pura?
Tentu saja aku tak akan pernah melihatnya 
sejauh yang kutahu kamu tidak pernah PEKA 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar