Setiap abjad tersusun dalam kata, terangkai menjadi kalimat.
Dan entah mengapa sosokmu selalu berada disana?
Berdiam dalam tulisan yang sebenarnya enggan lagi kubaca
Kekosongan dan kehampaan sudah berganti-ganti sejak tadi
Namun...
Aku tetap menunduk,
Tentu saja kamu tak merasakan apa yang aku rasakan
Juga tak memiliki rindu yang kusimpan rapat
Aku sengaja menyumbunyikan itu
agar kita tak saling mengganggu
Bukankah dengan berjauhan seperti ini
Semuanya terasa lebih berarti ?
Seakan-akan ku tak pernah peduli
Seakan-akan aku tak mau tahu
Dan seakan-akan pula aku tak memiliki rasa perhatian
Bagiku sudah cukup seperti ini
Cukup AKU dan KAMU
tanpa KITA
Kamu pasti tak suka jka kuceritakan tentang air mata
Jadi, bagaimana jika kualihkan air mata menjadi senyum pura-pura?
Tentu saja aku tak akan pernah melihatnya
sejauh yang kutahu kamu tidak pernah PEKA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar