Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia
Bukan karena aku tak ingin kamu bahagia
Melainkan, karena bukan aku yang membahagiakanmu
Itu menyakitkan .!
Seperti pukulan yang sebenernya yang ingin membuatku tersadar
Mungkin ini waktuku untuk aku terpuruk
Sehingga do'a dapat melahirkan semangat
Dan kemudian dapat membuatku bangkit
Namun ketahuilah...
Sebelum aku tak lagi mencintaimu
Dingin darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku
Dan jantungku,, beredenting demi kau menari-nari di pikiranku
Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga
Menjadi aku
Itu karena aku mampu terima kamu apa adanya
Aku meminta ampun kepada Tuhan
Sebab aku pernah berharap..
Kalau suatu saat ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu..
Aku tak ingin lagi menginjak bumi
Sebab hidup, jadi terasa bagaikan dinding yang dingin
Dan aku harus menjadi paku
Sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya..
memukul,, memukul,, dan memukulku hingga aku benra-benar menancap kuat..
Pada akhirnya
Semoga bukan kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya
Dalam pejamku sebelum pulas
ya.! semoga TIDAK KAMU LAGI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar